31.12.11

Hidup itu Realita

YEAY AKHIRNYA GUA TERPILIH MENJADI HOST PROGRAM SAHABAT ALAM
.
.
.
.
.
.
.

Tapi hidup adalah pilihan.
Bekerja sesuai dengan hati dan logika? Ya memang
Bekerja demi sebuah uang untuk hidup? Ya memang
Terdengar sedikit materialistis, tapi menurut gua, ya memang itu tujuan bekerja.
Menyambung hidup.
Realistis.

Banyak pilihan yang harus dipikirkan hingga akhirnya sampai saat ini gua belum bisa memutuskan untuk melangkah kemana......

menjadi seorang reporter yang bekerja dengan hati dan logika?
atau
menjadi seorang planner yang bekerja demi menyambung hidup?

28.12.11

23-28

Thank you God for this perfect 23rd :)


xx,

Lia Pitojo.

10.12.11

23

Mungkin gua cuma takut dibilang banyak menuntut....

Banyak hal yang harusnya gua bilang
Banyak hal yang harusnya gua ceritain
Banyak hal yang membuat gua emosi
Dan banyak hal yang membuat gua kurang nyaman

Gua butuh inisiatif lo
Gua butuh kepekaan lo
Gua butuh kecepatan tanggap lo
Gua butuh usaha lo

Sekarang, gua marah bukan marah sama lo
Gua marah sama diri gua sendiri
Gua takut terlalu banyak menuntut
Gua takut terlalu mengekang

Sampai akhirnya gua ga bisa ngapa-ngapain
Sampai akhirnya cuma bisa diem dan marah

MENCARI SAHABAT ALAM

NAH masih lanjut postingan sebelumnya, sebelum menerima bekerja di PT Carat itupun gua sudah pernah melakukan tes di salah satu televisi lokal di Jakarta sebagai host salah satu program mereka yaitu Sahabat Alam (SA). Dan puji Tuhan, gua bisa masuk sampai kedalam tes terakhir yaitu tes fisik dan lapangan, mengingat disini gua akan menjadi seorang host program Sahabat Alam yang memang liputannya membuka dan menginformasikan kepada masyarakat indonesia tentang keindahan-keindahan wisata alam, sejarah dan rekreasi dari Indonesia sendiri. TSAAH BANGET GA SIH?! Jadi dua hari kemarin gua bolos dari kantor gua (._.) dan mengikuti tes fisik dan lapangan untuk program SA ini ke Suaka elang Raptor Sanctuary di Balai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Bogor, Desa Loji selama dua hari satu malam.

Berangkat dari kantor Daai (dih ditulis juga tapinya...) sekitar jam 9 pagi pake bis milik daai, ada tiga orang kandidat host lainnya selain gua, jadi kami berempat. Rina, Upi, Karen dan Gua. Sampai akhirnya, kita sampe di kaki gunung salak itu sekitar jam satu siang. Setelah sampai kita dikasi tau do and don't terus bikin tenda. Pertama kali nih gua bikin tenda, seru, tangan kotor, dan terus jadi. HA CAPEK. belom selesai sampai situ, abis bikin tenda kita berempat langsung diajak ke kandang penangkaran burung elang. Gua bisa ngeliat burung elang dari deket. Elang ular bido, Elang jawa dan Elang brontok. Kenapa mereka direhabilitasi? Karena mereka memang akan diliarkan kembali dan dikembalikan ke habitatnya di alam.

Jadi, biasanya penangkaran ini dapet burung elangnya itu dari perorangan yang memang meliara elang terus uda merasa ga sanggup miara lagi, jadi elang yang tadinya jinak, akan kembali diliarkan, dan terus dilepas ke alam bebas. KARENA kalo dari jinak langsung dilepas, yang ada mereka bakal mati karena udah ga tough udah manja udah ga galak. Ya lu bayangin aja, anak bocah kalo dirawat dengan keadaan tajir dari kecil, pasti pas gede kalo bangkrut jadi ga survive yang ada di stres trus sakit trus mati. Gitu sih kasarannya.

Setelah lihat kandang elang dan elang-elang itu, akhirnya gua dan teman-teman disuruh istirahat sampe jam makan malam. Oia, selama menjalani tes ini gua boleh melakukan PTC kapan aja gua mau. Apa itu PTC? PTC adalah Person to Camera, Apa itu Person to Camera? Aduh gua susah ngomonginnya, kalo lo anak broadcast pasti ngerti, kalo lo anak ilkom UMN dan selalu dengerin pas mata kuliahnya OJ, pasti lo ngerti.

Abis makan malem, akhirnya gua dan yang lainnya disuruh membuat Bivak. Bivak adalah peristirahatan darurat didalam hutan, bentuknya kaya tenda bocah yang kecil, terbuat dari jas hujan ponco yang yang diikatkan di tali bersama dua bambu diujung-ujungnya, tujuannya biar nanti kalo salah satu dari kami terpilih menjadi host SA ini dan (amit-amit) tersesat dihutan jadi kami udah ngerti lah. Dan biasanya Bivak ini cuma bisa ditidurin maksimal 2 malemlah. Abis bikin Bivak sekitaran jam 9 kami disuruh tidur DAN tepat jam dua belas malem kami dibangunin oleh panitia untuk pindah tidur ke Bivak berpisah dari tenda dan sleeping bag yang hangat. Bitch Fvck. Dingin banget men. Anying. Jadi es mambo gua-_- Ya cuma bermodalkan jaket tebal, kaos kaki dua lapis, sepatu, celana jeans, baju tangan panjang ada topinya, syal, tetep dingin terutama bagian dengkul kebawah PARAH! Dan memang ternyata kata panitianya, celana jeans itu bisa menyerap dingin. Damn you Jane, eh Jeans. Kok jadi curhat sih....


(Bivak seperti ini yang gua buat. Sumber: Google)

Harusnya sih tidur dari jam 12 sampe pagi, tapi di jam dua pagi gua melambaikan tangan gua tanda tak mampu. Abis kaki gua sampe kram ga bisa gerak saking dinginnya ckck. Akhirnya kembali ke tenda dan kembali kedalam sleeping bag \m/

Jam setengah lima dibangunin, buat meneruskan acara yaitu melihat sunrise. Dengan mata setengah terbuka, jalanlah kami menyusuri hutan dan gunung berjalan ke bawah untuk mendapatkan moment sunrise. Dan voila, saya mendapatkan moment itu dengan mata saya sendiri, WOW :D

Setelah matahari sudah saklek berada dilangit, kami kembali ke camp ground dan sarapan dan siap-siap untuk tracking ke Curug Cibadak ditengah hutan kaki gunung salak. Persiapan semua oke termasuk fisik, akhirnya kita berangkat lah ke curug cibadak, waktu tempuh curug cibadak itu normalnya satu jam, tapi karena ini plus shooting-shooting gitu deh (hahaha) jadi perjalanan sampe dua setengah jam. Ditengah perjalanan banyak banget yang bisa gua pelajari, salah satunya adalah survival food. Kalo tadi Bivak adalah peristirahatan darurat, nah survival food ini adalah makanan darurat, jadi banyak tumbuhan yang hidup di hutan yang baik kita konsumsi kalo sedang dihutan dan kekurangan bekal. Makanya disebut survival food. Demi gambar yang bagus, akhirnya gua pertama kalinya mencicipi yang namanya daun sirih. Rasanya enak kaya hamburger!!!!

Setelah perjalanan 1,2 KM dengan waktu tempuh dua jam itu, akhirnya sampailah kami di curug cibadak hahahahaha. Setelah nana nini nunu akhirnya, kita memutuskan kembali ke camp untuk makan siang dan istirahat. Dijalan, lagi lalalala sama yang lain dengan posisi barisan dipimpin oleh sang kameramen, tiba-tiba sang kameramen berhenti dan menengok kebelakang dengan wajah pucat sambil meletakkan ujung jarinya tepat didepan bibirnya dan berkata setengah berbisik "Sssttt munduurr nunduk, ada harimau didepan" MAMPUS LUH! Lalu bagaimana? Ya buktinya sampai saat ini saya berada dirumah dan bisa nulis blog tuh hahahaha.

Sampai di camp ground dengan kelelahan dan kaki lemas karena jalan, akhirnya istirahat dan makan siang. Setelah itu, kami diharuskan menulis script. Ya, jadi semacam tes script writing gitu, ya terimakasih sekali ya kepada Bapak Oscar Jayanegara dan Bapak Saor Panjaitan yang telah banyak mengajarkan saya bagaimana menulis skrip yang baik :')

Selesai tes script writing, kami ditugaskan untuk menanam pohon di salah satu lahan di dekat camp ground. Seru. Dan lagi-lagi ini pertama kalinya gua bisa benar-benar menanam pohon dari tangan gua langsung, menyedihkan ckckck. Yaudah setelah itu sih kami pulang. Trus diperjalanan pulang, gua baru sadarm dikaki gua kok ada darah ngucur, ternyata eh ternyata kaki gua digigit sama pacet. Ga berasa sakit dan baguslah, jadi agak sehatan karena pacet itu biasanya ngisep darah kotor hahahaha.

Ya itu saja cerita dari saya tentang dua hari satu malam di kaki gunung salak. Dan doakan saya agar di postingan selanjutnya, saya bisa bercerita kalo saya sudah resmi menjadi host program Sahabat Alam \m/ hahahahahaha!

BLIND ZONE

Well, seperti apa yang gua sampaikan di postingan saya sebelumnya, setelah wisuda ini saya akan melanjutkan pergerakan saya ke dunia kerja.

Dan puji Tuhan, saat ini gua tengah bekerja di sebuah perusahaan advertising media agency bernama PT Carat Cursor, kantornya berada ditengah kota Jakarta tepat dipusat kemacetan Jakarta Raya ini, di Plaza Semanggi Lantai 9.

Bekerja disini bukan hal yang mudah buat gua, karena memutuskan untuk bekerja disini berati gua juga memutuskan untuk masuk kedalam blind zone dan keluar dari comfort zone gua. Kenapa? karena gua lulusan ilmu komunikasi dengan program studi Jurnalistik, gua bukan anak broadcast apalagi anak advertising yang memang sehari-hari "dikasi makan" ginian sama bapak dan ibu dosen. Gua adalah anak jurnalistik yang cuma "dikasi makan" bagaimana membuat berita dengan 5w1h dan bagaimana cara memproduksi sebuah tvc yang baik.

Jam kerja yang cukup unik juga belom bisa gua terima. Masuk (teorinya) jam setengah sembilan pulang yang teorinya jam setengah enam. Kenapa pas jam pulang kaga gua kurungin? karena saat datang gua belom pernah telat tuh (ehem semoga HRD baca) tapi kalo pulang gua selalu telat (NAH KALO INI HRD WAJIB BACA!), gua selama seminggu ini bekerja, belom pernah tuh pulang dari kantor jam 8 atau jam 9. Hari pertama kerja, gua balik setengah sepuluh. Hari kedua kerja gua balik sampe rumah setengah satu, hari ketiga gua balik sampe rumah setengah sebelas, hari keempat gua balik sampe rumah jam setengah sepuluh. Nah ini yang paling subuh hahahaha.

Terus apa kerjaan gua dikantor? Ya harusnya sebagai Junior Investment gua membantu sang Investment untuk mengorder spot-spot iklan di televisi, koran dan majalah. Pernah lihat iklan Axis di televisi? NAH itu kerjaan kantor gua yang mesenin spot iklannya disitu. Belom tau apa itu spot iklan? Cari tau gih sendiri di gugel.....dan saat ini gua memegang semua produk kalbe. Pernah liat iklan Cerebrovot gold, Cerebrovit? Nah itu gua yang pegang!!!

THATS WHY kenapa gua bilang ini blind zone gua. Gua belajar ginian cuma secuprit doang dimata kuliah apaaa gitu namanya gua lupa. Itu juga nyampur2 belajarnya, ada advertising creative sama advertising yang gua jalanin sekarang ckck. Ya intinya sekarang sih, dijalanin sebaik mungkin. Emang udah saatnya kerja, harus tetap semangat.

OIA btw lagi, baru dua hari gua kerja disini, gua udah dapet undian tiket konser Train kemarin di Epicentrum Walk hahahaha seru abisss!